Atlet Paralimpiade Indonesia Tiba di Tanah Air


 

 

Tengerang---Kontingen Indonesia di Paralimpiade Rio 2016 telah tiba di tanah air. Kepulangan mereka langsung disambut oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

Delapan dari total sembilan atlet Indonesia yang berlaga di Paralimpiade 2016 mendarat di Terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (21/9/2016) sore, pukul 17.25 WIB.

Mereka adalah Marianus Melianus Yonci, Agus Ngaimin, Jendi Panggabean, Syuci Indriyani (renang), Ni Nengah Widiasih, Siti Mahmudah (angkat berat), Michael Dian, David Jacobs (tenis meja), serta Setiyo Budi dan Abdul Halim Dali Munte (lari tunanetra 100 dan 200meter).

Satu medali perunggu berhasil dibawa pulang Indonesia dari cabor angkat besi melalui Widiasih. 

Atlet putri asal Bali ini berhasil meraih medali angkat besi di nomor powerlifting (kelas -40kg) dengan total angkatan 96kg. Medali emas pada nomor ini berhasil direbut atlet Turki, Nazmiye Muratli, dengan memecahkan rekor Paralimpiade dan dunia dengan total angkatan 104kg.

Keberhasilan ini membuat Ni Negah berhak mendapatkan bonus sebesar Rp 1 miliar serta tunjangan Rp 10 juta per bulan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Jumlah ini sama besar dengan yang diterima para atlet berprestasi yang berlaga di Olimpiade.

Secara simbolis, Menpora pun langsung memberikan bonus tersebut sesaat setelah Widiasih tiba di Tanah Air.

Setelah mendarat, para atlet akan beristirahat dan menginap di Hotel Ibis Jakarta. Keesokan harinya, Kamis (22/9/2016) pukul 09.00 WIB, rencananya Paralimpian tersebut akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Meski hanya berhasil meraih satu perunggu, atlet Paralimpiade Rio 2016 sangat membanggakan bagi Indonesia. Mereka berhasil mempertahankan tradisi medali perunggu.

Pada Paralimpiade London 2012, Indonesia hanya diwakili empat atlet. Satu medali perunggu berhasil disabet David Javobs melalui cabang tenis meja. sumber berita (compas.com)