Kades Desa Pujorahayu di Duga, Selewengkan Dana PKH


W2NNEWS.COM --- Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang adakan Dinas Sosial Kabupaten Pasawaran, untuk Warga Desa Pujorahayu Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran diduga di selewengkan oleh Kepala Desa dan Aparatnya.

Menurut salah satu penerima bantuan PKH yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan 20 unit rumah dan telah diterima oleh Dinas Sosial, namun yang dibangun hanya 18 Unit.

“kemaren kami nengajukan 20 unit rumah mas, dan semua di Acc sama pihak Dinas sosial, tapi Cuma jadi 18 rumah aja, terus 2 lagi  kemana coba mas..?? dan rumah itu juga engak sesuai RAB nya mas”, ungkapnya saat ditemui media zonalampung dikediamannya, Rabu (24/03/2017).

Ditamabahkannya, saat diadakan pertemuan dengan pihak Dinas sosial dana yang disetujui  Rp. 15 juta, namun diterima hanya berkisar Rp. 12.5 juta sampai Rp. 13 juta, dengan alasan potongan Administrasi dan Operasional dari pihak Desa , namun bukan dalam bentuk uang tapi berupa material.

“kemaren waktu kumpulan dana cair Rp. 15 juta, cuma engak semuanya cair paling yang diterima sekitar Rp. 12,5 juta sampai Rp. 13 juta aja mas, katanya sih sisanya di potong buat Administrasi dan Operasional dan itupun gak berupa uang tapi berupa material”, tambahnya.

Hal senada juga disampaikan, Sunari (48) yang juga mendapatkan PKH membeberkan, setelah dihitung  harga material yang diterima hanya berkisar Rp. 10 juta serta bukti pembayaran nya pun terkesan disembunyikan.

“pas saya kalkulasi harga material itu palingan cuma RP. 10 juta aja kok abisnya, masak ia biaya teranspot nya mahal bener sampek abis Rp. 2 jutaan mas..??, dan juga seharusnya kan Pak Kades itu gak ikut andil dalam Program ini mas.!!,” beber Sunari dengan penuh pertanyaan didalam kepala nya .

Saat media zonalampung ingin mengkonfirmasi terkait masalah tesebut, Kepala Desa Pujorahayu selalu tidak ada dikantor, ditanya salah satu pegawai nya selalu tidak ada dikantor , dengan alasan sedang ada kegiatan diluar dan dikonfirmasi melalui via telpon juga tidak ada jawaban. (red/agung)